Jumat, 16 Maret 2018

refleksi etika dalam dua perspektif

Etika merupakan suatau norma dan adat istiadat yang berada dan dianut oleh masyarakat dalam berkehiduoan berbangsa dan bernegara.  Berbicara mengenai etika tentu tidak lepas dengan moralitas, dua kata yang memiliki arti yang sama namu berbeda. secara subtansi sama memiliki pengertian yang sama namun secara ruang lingkup etika jauh lebih luas dibanding moralitas. berbicara etika, pasti berbicara disiplin ilmu dan filsafat. filsafat etika, bagaimana cara kerja filsafat itu sendiri dalam memberikan oemahaman terhadap kita agar kritis dan paham terkait etika. etika bukan hanya berbicara apa yang baik dan apa yang buruk atau apa yang harus diterapkan dan apa yang harus ditinggalkan tapi bagaimana seorang itu menerapkan sebuah gagasan dari etika yang nanti nya di implementasi kan menjadi aksi nyata dalam berkehidupan. etika ilmu berbicara persoalan untuk menjadi moralitas tuan bukan moralitas hamba(sonny keraf).

etika melahirkan beberapa turunan beruapa norma atau nilai yang di anut. norma yang dianut dapat di klasifikasikan menjadi dua yaitu norma khusus dan norma umum. norma khusus berkaitan dengan hal hal yang ruang lingkupnya kecil, menyangkut permasalahan satu displin ilmu seperti ilmu matematika contohnya. norma khusus berkutat hanya pada ilmu matematika saja, ini salah satu contoh norma khusus. berbeda dengan norma umum yang memiliki 3 turunan dasar dan ruang lingkupnya luas. 3 turunan dasar norma tersebut yaitu norma sopan santun, norma moralitas, dan norma hukum. norma hukum merupakan borma yang dianut oleh individu yang sudah melekat secara lahiriah. norma moralitas merupakan norma yang dianut oleh masyarakat dan menjadi nilai atau aturan acuan yang tidak tertulis(normatif) sebagai batas dalam berkehidupan. kadang keliru dalam memahami norma moralitas, kursng dalam menerapkan dan menjadikannya sebagai batasan dalam berkehidupan menjadikan norma moralitas ini diabaikan sehingga muncul norma hukum yang menjadi standart acuan dalam bernegara. hukum ini suatu pernyataan tertulis yang mengikat masyarakat agar patuh dengan aturan. hukum dibuat untuk melindungi bukan untuk di langgar.

berbicara etika, agama lain memiliki etika dasar yang menjadi sumber acuan dan pandangan. terutama etika islam, etika islam merupakan etika yang dilandasi oleh alquran dan hadits dan bersumber dari tuhan yang maha esa(allah). etika islam berbicara persoalan hidup, persoalan hidup yang menjadi sebuah fasilitas untuk mencapai ridha allah atau tertuju untuk allah. etika islam tidak berbicara tentang seberapa banyak harta yang diperoleh, seberapa banyak jabatan yang di dapat, dan seberapa hebat kamu di dunia. tetapi berbicara bagaimana mendapatkan tujuan akhir yaitu mencapai allah. etika yang ada pada islam bersumber langsung dari sang pencipta nya. etika ini, yang membatasi dan membentengi hiduo agar tidak berlebihan dan cendrung harus proporsional dalam berkehidupan. manusia di ciptakan memiliki kuku yang tidak tajam, memiliki gigi yang tumpul bukan taring dan kuku yang tajam untuk saling menyakiti dan menzolimi. etika merupakan iman, yang membatasi manusia agar tidak berlebihan dan di kuasai dunia.

etika islam tidak condong ke monotheism dan tidak juga hedonism. etika islam merupakan hal yang bersifat pertengah dan sentralis dalam menyikapinya. dalam beberapa ayat dalam sumber hukum sudah ditetapkan kalau urusan agama tidak hanya berbicara tuhan saja tetapi berbicara hubungan kita dengan manusia(muamalah) dan berbicara kehidupan didunia bukan hanya berbicara masalah dunia saja, tapi berbicara masalah akhirat sebagai tempat tujuan akhir dari agama islam. islam sentralis dan proporsional tidak condong untuk memikirkan agama saja dan tidak condong hanya untuk dunia saja.

etika dalam islam memiliki 4 turunan norma yaitu norma sopan santun, norma moralitas, dan norma agama. berbica soal etika islam pun berbicara norma agama. norma agama menjadi penyeimbang dalam berkehidupan. kekuatan tertinggi berada pada sang pencipta bukan kita makhluk ciptaan.

sumber:
(yusuf qardhawi etika bisnis islam)
(sonny keraf etika bisnis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar