[Romansa Ilmu Boscha]
oleh : Dhimas Hadi Nugraha{
Sebuah tempat yang terpencil dalam hiruk pikuk kota lembang yang menjadi tempat mencari sebuah keajaiban luar angkasa. Tempat yang menjadi bahan dari sebuah pencarian ilmu pengetahuan di luar bumi. Melalui sebuah lensa, cahaya, dan sebuah hukum fisika bahkan kimia untuk memahami dunia luar. Jarak hanya sebuah ukuran bukan menjadi penghalang untuk melihat dunia di luar bumi.
Bumi tercipta dari benturan molekul molekul padat yang terbentur(teori bigbang) yang tidak terlepas oleh invisible hand sang maha kuasa. Bumi merupakan sumber kehidupan, sumber kehidupan yang diketahui manusia sekarang tanpa kita ketahui apakah ada kehidupan diluar bumi. Matahari, bulan, bintang merupakan bagian dari pelengkap luar angkasa. Bumi hanya sebagian kecil dari planet planet lain. Planet-planet lain hanya sebagian kecil dari galaxy. Dan galaxy hanya sebagian kecil dari sebuah luar angkasa yang luas. Sebuah kehidupan yang kecil di bumi ini yang tak perlu kita sombongkan lagi.
Cahaya matahari memberikan kita sumber penghidupan, bulan pun juga. Cahaya bintang dari sebuah gumpalan padat benda angkasa yang bercaya karna panas menghiasi langit, walaupun cahaya bintang di perkotaan turun ke kota. Ilmu merupakan rahmat dsri yang maha kuasa. perbedaan pandangan terhadap ilmu dan kesalahan terhadap pelaksanaan ilmu merupakan sumber permasalahan manusia. Jika kau ingin melewati hidup yang berat ini hanya sekian tahun. Kau tidak akan sanggup melewati luar angkasa yang jauh penuh ruang dan waktu.
Aku bersyukur hidup di bumi dan bukan planet lain yang hanya berisi udara panas dan minim oksigen. Semoga kehidupan yang singkat ini menjadi refleksi atas kemunafikan dan kesombongan dari ego manusia yang tidak pernah ada ujung untuk menjadi manusia yang memanusikan manusia.
dhimas hadi nugraha, seorang manusia yang tidak terlalu mengerti kenapa dunia dan akhirat begitu kompleks...
Bandung, 26 November 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar