[EMBRIO PERGERAKAN MAHASISWA]
Oleh : Dhimas Hadi Nugraha
Mahasisawa merupakan stok generasi penerus bangsa muda yang nanti nya akan mengisi bagian bagian dari kehidupan negara. Mahasiswa suatu kaum muda yang hanya memiliki modal gagasan dan ideologi yang dituangkan dalam naskah akademik. Mahasiswa berperan sebagai penopang tumbuh berkembangnya suatu negara, karna hanya dari 20 persen dari 100 persen yang bisa melanjutkan bersekolah ke peguruan tinggi(anis baswedan). Potensi mahasiswa untuk menaikan taraf hidup negara lebih tinggi dibandingkan 80 persen yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Mahasiswa bertugas menaikan taraf hidup masyarakat dan juga nanti akan ikut terjun langsung menjadi masyarakat yang bermanfaat bagi bangsa nya. Mahasiswa merupakan unit terkecil dari bagian universitas, universitas merupakan bagian dari regional provinsi, dan provinsi merupakan bagian dari nasional yang berarti jika di artikan secara harfiah antara mahasiswa dengan nasional saling berkaitan dan berintegritas yang memang tidak bisa dipisahkan. Tugas berat menyandang nama mahasiswa karna harus mengatakan kebenaran dan kejujuran, mahasiswa tidak berpihak kepada kepentingan orang yang berkepentingan tetapi kepada kedaulatan rakyat. Semangat juang gerakan mahasiswa untuk melawan arus dan tidak apatis di tuangkan dalam bentuk aspirasi rakyat. Gerakan-gerakan mahasiswa memberikan sebuah perubahan-perubahan melalu idealisme nya yang tak pernah surut di makan waktu. Karna sebuah kebenaran akan selalu ada meskipun hanya sedikit orang yang memperjuangkannya dan perjuangan itu berat karna hanya sedikit orang yang berani melantangkan gelora kebenaran di muka bumi. Berbicara mahasiswa bukan berbicara romantisme sejarah tapi berbicara kebenaran yang kian hari makin di putihkan, bahkan hak asasi manusia dijual ke manca negara. pergerakan mahasiswa sebagai poros perubahan suatu bangsa mengalami realita yang begitu pedih, gerakan mahasiswa berulang kali lemahakan dengan kebijakan dan juga diberikan pandangan-pandangan oleh pemerintah melalui media yang menggiring opini sehingga mahasiswa dimarjinalkan oleh rakyatnya sendiri.
Sejarah Mahasiswa menjadi bukti konkret sebuah pembaharu baru untuk bangsa, presiden pertama kita soekarno merupakan jebolan pertama sekolah yang dibuat pemerintahan belanda pada tahun 1920(Harsja W Bachtiar, dekan fakultas sastra ui). Pendidikan merupakan modal utama dan dasar dalam membangun bangsa, dari pendidikan tersebut membawa negara indonesia ke depan pintu kemerdekan setelah dibelengguh oleh kolonialisasi dari penjajahan negara belanda dan jepang. Memang kemerdekan yang diraih merupakan perjuangan bangsa yang tidak lepas dari pemuda yang merupakan ciri dari seorang mahasiswa. Kemerdekaan meruapakan hasil campur tangan pemuda, yang menginginkan kemerdekaan diproklamirkan secepatnya hingga melibatkan kaum tua dan bertikai. Tanpa desakan pemuda, mungkin kemerdekaan kita akan jauh lebih lama atau tidak akan terlaksanakan. Bukti perlawanan dan perjuangan pemuda sama hal nya dengan mahasiswa yang memiliki energi lebih dan semangat juang yang tinggi. Berkumpulnya pemuda atau mahasiswa menjadikan suatu pembahasan dalam bentuk gagasan yang melahirkan perubahan-perubahan. Runtuhnya kebatilan yang terjadi pada pemimpin merupakan campur tangan mahasiswa, pada tahun 66 zaman soekarno dan 98 pada zaman soeharto. Bukti nyata perubahan yang lahir dari embrio pergerakan mahasiswa menorehkan catatan perjuangan yang menghasilkan buah nyata runtuhnya rezim. Bukan romantisme sejarah, melainkan catatan perjuangan dan nilai suci pergerakan mahasiswa. Indonesia merdeka atas perjuangan, dan semangat persatuan bangsa. Banyak ego dan kepentingan yang direduksi, dilebur, dan ditempa hingga kokoh menjadi satu dasar negara menjadi falsafah hidup bangsa.
Embrio pergerakan mahasiswa bukan hanya menjadi gerakan ceremonial yang hanya mengutamakan kepentingan golongan atau pribadi tapi sebagai suatu penyeimbang dari iklim demokrasi. Mahasiswa sebagai aktor penggerak perubahan menjadi mitra kritis yang siap sedia berkorban dalam pemikiran dan raga nya. Kekuasaan mahasiswa digunakan untuk cinta kepada rakyat, bukan cinta kepada kekuasaan. Merintih dan sedih kami melihat rakyat sengsara, ditengah perjuangan rakyat yang sedia menyumbangkan kekayaannya yang tidak melimpah untuk dipaksa membayar kepada negara agar negara ini bisa sejahtera. Walaupun rakyat sering terhianati oleh janji-janji kotor politisi. Embrio pergerakan mahasiswa akan terus berjuang membawa janji suci demokrasi, karna kami yakin perjuangan mahasiswa merupakan perjuangan kebenaran dan keadilan.
Bandung, 7 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar